Thursday, April 25, 2013

NEGERI TIHULALE AMALESSY







Pelabuhan Negri Tihulale (Oleh Tonko Blokzijl)

Negeri Tihulale Tampak dari Laut (Oleh Salmon Hany Tuarissa)



Negeri Tihulale (Amalessy ) adalah salah satu negeri adat di Maluku yang berada tepat di wilayah tiga batang air (Tala Eti Sapalewa),, menurut para sejarahwan dari pusat tiga batang air (Nunusaku) inilah semua negeri-negeri adat di Maluku berasal.
Negeri Tihulale (Amalessy ) awalnya berbentuk koloni-koloni berdasarkan marga kemudian menggabungkan diri menjadi soa dan menjadi satu kesatuan Negeri di bawa pemerintahan Raja, Bahasa yang di gunakan adalah bahasa Waemale dan Melayu Maluku, terdiri dari 11 Marga Asli di antaranya: Wairata, Salawane,Tuarissa,Atapary, Tualena, Hursina, Tuapetel, Sapury, Nusawakan, Pariama, Sopasina , sementara marga di luar marga asli di sebut Malamait di antaranya ada Watimury, pelamonia sihai,kelelupna dll, Tihulale sendiri memiliki arti di Kelilingi Telaga sementara Amalessy artinya Bapak Lebih.

Baileu



 
Negeri Tampak dari Menara Telkomsel

Negeri Tihulale (Amalessy) sendiri adalah bagian dari saniri Tala Eti Sapa lewa, dan berada pada saniri Ina Ama Talabatai yang beranggotakan negeri-negeri adat yang berada diwilayah air Tala (Sungai Tala) 

Perempatan Kampung Tengah (Dusun Hatu Kawa)









Sistem pemerintahan adat yang dianut adalah patasiwa, Berkedudukan tepat pada wilayah Kecamatan Kairatu Timur Kabupaten Seram Bagian Barat dengan batas-batas negeri sebagai berikut :
* Sebelah utara berbatasan dengan Hutan Negeri Huku dan Hunitetu 
* Sebelah selatan berbatasan dengan Selat Seram
* Sebelah timur berbatasan sekarang dengan Rumakay (Amakele) di air Seaputi
* Sebelah barat berbatasan sekarang dengan Negeri Kamariang (Amalohi) di air  Nama Eri

                                     Jembatan Lahena Tahun 2007 (oleh Salmon Hany Tuarissa)





Negeri Tihulale Amalesy Risapory sariata suda tidak asing lagi dalam Serajah Maluku, Mulai dari pembagian Kepala saniri Patasiwa, Perang Alaka, Perang Kapahaha, sampai pada perang Patimura, selalu trut bersama para pejuang Maluku dari Negeri Adat berjuang melawan Belanda,semua itu di tuangkan dalam tarian cakelele yang sering di peragakan dalam acara-acara adat.



Negeri Tihulale memiliki pela dengan,

Huku 
Hubungan Pela Negeri Tihulale dengan Negeri Huku (Huku Basar dan Huku Kacil) adalah  Pela Keras karena Berlatar belakang Peperangan.

Baileu Negeri Tihulale Amalessy
Penyambutan Pelah Huku 



Kailolo.
Ikatan persaudaraan antara masyarakat Negeri Kailolo/Sahapory yang ada di Jazirah Hatuhaha, Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah yang beragama Islam, dengan warga Negeri Tihulale/Amalessy, Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang beragama Kristen adalah merupakan Pela Tampa Siri.

Masohi Kayu Bangunan Mesjid dng pela Kailolo
Masohi Kayu Bangunan Mesjid dng pela Kailolo

Tihulale dapat di tempuh kira-kira 54.0 KM Dari Kota Ambon, 2.6 KM Rumakay, 8,3 KM dari Pelauw, 9,5 KM dari Kulur dengan Tihulale koordinat dan elevasi ::Lintang (lat): 3 ° 27'0 "SBujur (lon): 128 ° 30'0 "EElevation (approx.): 16m



Negeri Tihulale Amalessy kaya akan Panorama alam yang indah dan budaya serta tradisinya misalnya:

1. Aer Terjun Tane
Aer Terjun Taneh

Aer Terjun Tane

 sudah seharusnya aer objek wisata aer terjun ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Negeri Tihulale dan Pemerintah Kabupaten Seram bagian Barat.

2. Pantai

Pante Hatu Kawa 


3.Situs Sejarah (Dolmen)
Dolmen Kuasahai

4.Senny dan Budaya
Grup Suling Bambu 

Menjaga Petuanan Negeri Tihulale

Seni Tari Anak Negeri Tihulale

Raja Tihulale D Sapury 

Budaya Badendang di pimpin Mama Taya Frns 

Bas dari Bambu


Nelayan Tradisional Negeri Tihulale

Baileu Negeri Tihulale 

Muhabet 
Panen Sagu (Sisi Sagu Manta)

Pembuatan Atap Daun Sagu (cucu atap)

Bayar Harta(Sanggar Tari Amalessy Onai)

Dansa Tali ( Sanggar Tari Amalessy Onai)

\Tari Perang ( Sanggar Amalessy Onai)

Adat Panas Pela

5. Pendidikan
TK (Taman Kanak-Kanak)                                 


SD ( Sekolah Dasar)


6. Mata Pencaharian




















No comments:

Post a Comment